BerandaPendidikanBali Hanya Kebagian Satu Lokasi Sekolah Rakyat

Bali Hanya Kebagian Satu Lokasi Sekolah Rakyat

Kontenin.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meluncurkan program Sekolah Rakyat sebagai wujud komitmen negara dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Program ini dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan berkualitas berbasis asrama (boarding school) secara gratis.

Melalui pendekatan specific problems, specific solutions, Sekolah Rakyat hadir sebagai afirmasi negara terhadap ketimpangan akses pendidikan. Program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden RI Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, serta diperkuat oleh Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 49/HUK/2025.

Bagaimana program ini di Bali ?, Presiden menargetkan pembangunan 200 Sekolah Rakyat, dengan 100 didanai APBN melalui Kementerian PUPR dan 100 lainnya didukung pihak swasta melalui Mensesneg dan KemenBUMN.

Hingga pertengahan 2025, 64 lokasi telah menandatangani kontrak kerja, sementara 47 lainnya masih dalam tahap survei. Lokasi sekolah tersebar di seluruh Indonesia, antara lain: Sumatera: Aceh, Medan, Padang, Bengkulu. Jawa: Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Malang. Kalimantan: Banjarbaru, Banjarmasin. Sulawesi: Makassar, Gowa, Palu.
Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Kupang. Maluku dan Papua.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat mengusung visi besar yakni mencetak agen perubahan dalam setiap keluarga miskin. Program ini memiliki misi utama, di antaranya, Memberikan pendidikan berkualitas untuk pendidikan lanjutan. Menanamkan mental pantang menyerah. Menumbuhkan kepemimpinan dan cinta tanah air. Menguatkan karakter, kepercayaan diri, dan budi pekerti.

Peserta didik dipilih secara selektif dari keluarga kategori miskin ekstrem, dengan izin resmi dari orang tua untuk mengikuti sistem pendidikan asrama penuh. Proses seleksi dilakukan secara adil dan transparan.

“Sekolah Rakyat bukan bentuk diskriminasi, tapi keberpihakan. Ini adalah peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujar Gus Ipul dalam siaran persnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Guru di Sekolah Rakyat berasal dari ASN, P3K penuh/paruh waktu, serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diseleksi ketat. Proses pembelajaran dilakukan secara inspiratif, berorientasi pada perubahan sosial.

Untuk Kurikulum Sekolah Rakyat dibagi menjadi tiga yakni Kurikulum Persiapan (Talent Mapping). Untuk mengukur kesiapan fisik, mental, dan akademik siswa. Kurikulum Formal yang mengacu pada standar nasional (intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler). Dan yang terakhir Kurikulum Asrama yakni fokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, spiritualitas, dan nasionalisme.

“Meski memiliki pendekatan berbeda, ijazah Sekolah Rakyat setara dengan sekolah umum karena mengacu pada Kurikulum Nasional dan memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan. Perbedaannya terletak pada sistem pembelajaran yang intensif, kontekstual, dan menyeluruh, termasuk penguatan akhlak, bahasa, literasi digital, dan jiwa kewirausahaan,” terangnya. K-5

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular