BerandaBerita TerkiniMenunaikan Rukun Islam Kelima di Usia Muda, Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia...

Menunaikan Rukun Islam Kelima di Usia Muda, Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia yang Rasakan Layanan VIP di Tanah Suci

Kontenin.id –Rangkaian puncak ibadah haji tahun ini resmi usai pada 13 Zulhijjah 1446 H. Di antara lautan manusia yang memadati pelataran Masjidil Haram, kisah haru dan pengalaman spiritual mendalam menghiasi hati para tamu Allah.

Ayu Indah Sari (30), jemaah asal Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Perempuan muda yang tergabung dalam kloter 24 Embarkasi Ujung Pandang (UPG24) ini telah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji, termasuk Tawaf Ifadlah yang menjadi penanda usainya puncak ibadah.

“Alhamdulillah, saya daftar haji sejak usia 20 tahun, saat masih lajang. Hari ini saya bisa menunaikan haji di usia 30. Ini nikmat luar biasa dari Allah,” ucap Ayu dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku tidak menyangka akan mendapat pelayanan haji yang begitu istimewa. Meski tergabung dalam program haji reguler, fasilitas yang diterima setara layanan VIP.

“Makanannya enak, hotel bersih dan nyaman, serta bus selalu tersedia. Bahkan ketika saya berjalan sendirian dari Muzdalifah ke Mina, ada petugas yang langsung membimbing sampai ke tenda. Jadi saya tidak takut. Semua sangat membantu,” kisah Ayu, masih mengenakan mukena putih usai menunaikan salat di Masjidil Haram.

Kisah serupa datang dari Annuriyah dan suaminya, jemaah asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka turut memuji layanan pemerintah Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Dengan biaya sekitar Rp56 juta, kami mendapatkan fasilitas yang menurut kami jauh lebih tinggi nilainya. Makanannya luar biasa, pelayanan petugas ramah dan cepat tanggap, semuanya sangat layak diapresiasi,” ujar Annuriyah saat ditemui di lobi hotel jelang keberangkatan kembali ke tanah air.

Menurutnya, pengalaman berhaji kali ini bukan hanya soal menunaikan ibadah, tapi juga pembuktian nyata bagaimana negara hadir untuk rakyatnya di tanah suci.

Berhaji, Berkesan, dan Bermakna

Kisah Ayu dan Annuriyah menjadi secuil potret dari ribuan cerita penuh makna para jemaah Indonesia tahun ini. Mereka datang dengan niat suci, kembali dengan hati bersih dan pengalaman yang akan terus hidup dalam ingatan.

Pemerintah Indonesia dinilai berhasil menjadikan haji bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh kenyamanan dan kepedulian.

“Luar biasa layanan pemerintah ini. Semoga tahun-tahun berikutnya makin banyak saudara-saudara kita yang merasakan pengalaman haji seindah ini,” harap Annuriyah.

Ketika tirai ibadah haji tahun ini ditutup, bukan hanya kesempurnaan ibadah yang dikenang para jemaah, tetapi juga kehangatan layanan, ketulusan petugas, dan indahnya ukhuwah Islamiyah di bawah naungan langit Makkah. K-5

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular