Kontenin.id – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital, Rabu (25/6/2025). Peresmian proyek raksasa ini berlangsung megah. Namun minus satu hal penting, yakni tidak ada “tuan rumah”. Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakilnya I Nyoman Giri Prasta absen. Katanya sedang “retret” di IPDN Sumedang. Mencari pencerahan, mungkin.
Publik sontak bertanya-tanya, ini momen bersejarah atau momen menghindar? Beberapa pengamat mencium aroma ganjil, jangan-jangan Prabowo memang sengaja memilih tanggal peresmian ketika para pejabat Bali sedang “ngilang berjamaah.”
“Ya mungkin Pak Presiden ingin suasana lebih ringan, tanpa formalitas panjang dan tanpa diskusi tentang anggaran hibah,” celetuk seorang aktivis LSM dengan senyum kecut. “Atau bisa jadi, Prabowo memang belum siap bertemu dengan mantan calon lawan yang sempat kritis,” tambahnya sambil menyelipkan sindiran halus.
Dalam pidatonya, Prabowo tetap tampil gagah dan penuh semangat. Ia menegaskan, proyek KEK Sanur dan Rumah Sakit Ngoerah Sun Wellness akan menjadi tonggak baru pariwisata medis Indonesia. “Kita ingin rakyat Indonesia tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri. Biarkan dolar tetap tinggal di Tanah Air, bukan terbang ke Singapura,” ujarnya lantang, tanpa terdengar sedikit pun kangen pada Gubernur Bali.
Rumah sakit yang diresmikan diklaim sudah berstandar internasional. Lengkap dengan teknologi mutakhir dan estetika yang memanjakan mata, cocok untuk mereka yang ingin sembuh sambil selfie.
Namun, kejanggalan dalam peresmian ini tetap mengundang tanda tanya. “Biasanya, Gubernur hadir, potong pita, ikut tepuk tangan. Ini kok malah sepi dari Pemprov? Jangan-jangan lagi janjian Zoom bareng?” kelakar seorang warga Denpasar di warung kopi dekat lokasi.
Sementara itu, Pemprov Bali lewat pernyataan resmi menyebut ketidakhadiran Koster dan Giri Prasta adalah karena tugas negara, tepatnya mengikuti retret di IPDN. Retret yang tak dijelaskan substansinya, tapi mungkin mengandung pelajaran penting tentang cara menghilang tepat waktu.
Dalam dunia perpolitikan, kadang jarak lebih bermakna dari kedekatan. Apalagi jika jarak itu diukur dari Sanur ke Sumedang. K-07






















